Laman

Tampilkan postingan dengan label desain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label desain. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 November 2011

8 Jenis palem menarik untuk taman

Salah satu jenis Family Arecaceae yang sangat banyak kita temui di sekitar kita maupun sudah ada di taman sekitar kita, ya! kita kenal sebagai tanaman palem. Karena tak lengkap rasanya membuat taman tanpa vegetasi yang satu ini. Ada beberapa informasi yang perlu kita ketahui dari 8 Jenis palem menarik untuk taman atau mungkin sebagai panduan untuk menanam palem untuk mempercantik taman yang sudah kita atau akan dibuat.

1. Chrysalidocarpus lutescens

Palem Kuning dengan nama latin Chrysalidocarpus lutescens ini adalah yang umum ditanam di taman dan juga bisa ditanam di pot. Vegetasi ini tumbuh antara 1 meter hingga 6 meter dengan batang antara 1 hingga 5 bahkan lebih. Warna helai daun hijau terang, cenderung kekuningan (sehingga disebut palem kuning). Daun ini memiliki pelepah daun yang cukup panjang dan menutupi batang yang beruas-ruas. Jumlah anak daun sekitar 80 hingga 100 lembar. Mayangnya dapat mencapai 1m dengan bunga berwarna kuning. Buah berdiameter hingga 2,5m dan berwarna kuning hingga ungu. Perbanyakannya relatif mudah karena dapat diperbanyak secara vegetatif.

2. Cocos nucifera

Vegetasi yang satu ini tidak asing dengan ‘mata’ kita. Dengan nama latin Cocos nucifera dan sering kita sebut dengan pohon Kelapa memang sangat familiar dan mudah tumbuh dimana saja. Palem ini mempunyai tinggi lebih dari 12 meter dengan daun mencapai 4-6 meter. Seperti yang kita ketahui, banyak sekali kegunaan dan manfaat pohon Kelapa. Batang dapat digunakan sebagai kolom penyangga dan buahnya tentu saja sangat berguna. Pohon Kelapa lebih bagus jika ditanam di hamparan rumput yang luas, walaupun bisa diletakkan di sudut area taman yang lain. Gambar di samping terlihat bahwa pohon ini sangat mudah tumbuh walaupun di dalam pasir di pinggir pantai.

3. Roystonea regia

Palem ini sering disebut dengan Palem Raja. Lebih sering ditanam di pinggir jalan atau median jalan karena bentuknya yang tinggi menjulang apalagi ditanam secara berjajar. Saya sudah mengulas tentang Jalan Ijen Kota Malang sebelumnya, yang menampilkan foto Palem Raja yang berjajar dan menambah keasrian dari jalan tersebut. Palem ini dapat tumbuh lebih dari lebih dari 15 meter dan mempunyai batang yang besar serta dapat ditanam di daerah tropis dan subtropis. Sebagai informasi, tumbuhan ini berasal dari daerah Karibia dan Amerika dan nama Roystonea diambil dari nama seorang insinyur yang bekerja di kemiliteran AS, Roy Stone.

4. Veitchia merrilli

Bernama latin Veitchia merrilli dan di Indonesia sering disebut Palem Putri bisa juga menjadi alternatif tanaman untuk taman Anda. Palem jenis ini sangat baik ditanam di daerah tropis seperti di Indonesia. Palem ini juga mempunyai buah seperti buah melinjo dan sering juga disebut dengan Christmas Palm karena buahnya yang bersinar bagai lampu natal. Palem ini cocok ditanam di taman bagian depan dimana sebagai area penerima. Dan tidak menutup kemungkinan diletakkan di taman bagian samping dan belakang. Sebagai tips pilihlah palem putri dengan ketinggian tidak lebih dari 4 meter karena palem ini bagus jika ditanam tidak terlalu tinggi.

5. Bismarckia nobilis

Bismarckia nobilis adalah salah satu keluarga palem dan sering disebut dengan Palem Bismarckia. Palem ini bisa dikatakan sebagai tanaman ornamental, karena bentuknya yang tidak terlalu tinggi dan cabang yang panjang serta daun yang melebar. Lebih cocok diletakkan pada suatu area yang membutuhkan penekanan pada desainnya.

6. Elaeis guineensis

Salah satu jenis palem yang sering disebut dengan African Oil Palm. Palem ini dapat menghasilkan minyak dari buahnya dan sering kita dengar dengan sebutan Kelapa Sawit. Lho Kelapa Sawit kok ditanam ya? Ternyata Kelapa Sawit juga bisa dibuat vegetasi yang bagus untuk mempercantik taman. Bentuknya cabang yang panjang, besar, dan dengan ketinggian mencapai 20 meter bisa dijadikan alternatif vegetasi untuk taman kita. Umurnya juga sangat panjang dan bisa mencapai 20 tahun. Palem ini bisa diletakkan pada area penerima sebagai point of interest (penanda). Namun tidak menutup kemungkinan tanaman ini diletakkan sebagai tanaman ornamen.

7. Livistona rotundifolia

Dengan nama latin Livistona rotundifolia, palem ini sering disebut dengan Palem Sadeng. Bentuknya yang tinggi menjulang seperti pohon Kelapa, namun yang membedakan adalah cabangnya yang unik. Kemudian garis-garis hitam pada batang akibat lepasnya cabang yang sudah tua, memberi perbedaan dari palem lainnya. Palem ini bisa menjadi alternatif penanda area privat antara rumah kita dengan tetangga.


8. Ptychosperma macarthurii

Palem ini sebelumnya bernama Ptychosperma bleeseri. Seperti halnya Chrysalidocarpus lutescens, Ptychosperma macarthurii juga sangat umum ditanam di dalam desain taman. Palem Kuning dan Palem Macarthurii bisa mempunyai cabang lebih dari satu menarik ya.... Palem ini bagus jika ditanam secara bergerombol, walaupun tidak menutup kemungkinan ditanam secara berjajar.

Pembahasan mengenai palem sebenarnya masih banyak. Dari 8 Jenis palem menarik untuk taman kita sambung pada artikel selanjutnya tentang palem yang lainnya. Semoga bahasan palem ini dapat bermanfaat dan bisa menambah khasanah perpaleman kita, mantabs... salam green...

Baca Selengkapnya >>

Sabtu, 15 November 2008

The "Ultima" Tower, Two-mile High Sky City

Meledaknya populasi manusia menyebabkan semakin berkuranganya area-area hijau yang sangat penting bagi ekosistem. Diperkirakan pada tahun 2015 sebanyak 22 kota besar di dunia akan memiliki kepadatan minimal 10 juta jiwa. Semakin banyak jumlah manusia yang membutuhkan tempat tinggal maka semakin banyak pula area-area hijau yang dibabat untuk dijadikan area tempat tinggal dan usaha. Bagaimana solusinya ?

Membangun kota secara vertikal mungkin bisa menjadi salah satu solusinya. London tengah berangan-angan untuk membangun kota vertikal sebagai tempat tinggal bagi sejuta warganya di masa depan. Hal yang sama juga telah dipikirkan oleh Eugene Tsui semenjak 17 tahun lalu.

Tsui adalah seorang arsitek yang cukup terkenal dalam merancang dan membangun beberapa bangunan unik di dunia. Selain unik, bangunan-bangunan karya Tsui juga biasanya sangat ramah lingkungan. Pada tahun 1991 Tsui mempublikasikan rancangannya mengenai kota vertikal yang memiliki ekosistem-nya sendiri. Walaupun sampai saat ini masih belum ada rencana untuk mewujudkan rancangan tersebut, namun rancangan ini sangat menarik untuk dibahas.

Rancangan tersebut ia beri nama Ultima Tower, sebuah kota vertikal yang mampu menghidupi dirinya sendiri (dan juga orang-orang didalamnya). Ultima Tower memiliki ukuran yang sungguh-sungguh luar biasa. Kota vertikal ini akan memiliki diameter sepanjang 1 mil dengan ketinggian mencapai 2 mil. Bandingkan dengan Burj Dubai, bangunan tertinggi di dunia saat ini, yang memiliki ketinggian sekitar 0.5 mil. Pada situsnya Tsui juga mengatakan bahwa seluruh distrik pusat Beijing dapat dimasukan ke dasar Ultima Tower ini.

Ultima Tower akan memiliki 120 tingkat di dalamnya, namun jangan berpikiran bahwa kata “tingkat” disini sama dengan kata “tingkat” pada gedung-gedung pencakar langit lain sebab setiap tingkatnya akan memiliki ketinggian hingga 50 meter. Tsui mengganti istilah “tingkat” disini dengan istilah “langit” atau “sky”.

Ultima Tower akan memiliki ekosistemnya sendiri yang mampu men-supply berbagai kebutuhan dan mengolah limbahnya sendiri. Apapun yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan akan digunakan dengan sebaik-baiknya.

Untuk kebutuhan listrik misalnya, Ultima Tower akan memanfaatkan ketinggian bangunannya untuk semaksimal mungkin menyerap tenaga matahari. Selain itu besarnya perbedaan tekanan udara pada dasar dan puncak puncak kota juga akan digunakan untuk menghasilkan listrik. Listrik juga akan dihasilkan dengan menggunakan tenaga air dan hidrogen.

Air dari dasar akan dibawa ke puncak kota dengan menggunak prinsip yang sama dengan prinsip yang digunakan oleh tumbuh-tumbuhan, yaitu transpirasi. Kumpulan air dengan Jumlah yang sangat besar juga akan tersedia pada 12 “langit”nya. Kumpulan air ini akan berfungsi sebagai danau, air terjun, dan sungai-sungai yang akan digunakan untuk mengairi sawah, hutan, dan sebagainya. Sungguh luar biasa. Tidak ketinggalan juga tersedianya sinar matahari yang akan menyinari setiap “langit” di kota vertikal ini.

Manusia yang hidup di dalam Ultima Tower mungkin tidak perlu keluar sama sekali dari Ultima Tower, sebab berbagai kebutuhan akan pendidikan, pekerjaan, hiburan dan berbagai kebutuhan sosial lain bisa di dapatkan di dalam Ultima Tower ini.

Kereta-kereta vertikal berkecepatan tinggi juga akan tersedia sebagai salah satu sarana transportasi di dalam Ultima Tower. Selain itu pada setiap tingkatnya juga akan tersedia kendaraan-kendaraan umum seperti Taxi untuk bepergian secara horizontal dalam kota vertikal ini.

Masih banyak lagi yang bisa dibahas dari Ultima Tower ini. Apabila anda tertarik membaca lebih lanjut mengenai Ultima Tower Anda dapat membacanya di Website resmi milik Eugene Tsui di http://www.tdrinc.com/ultima.html



Baca Selengkapnya >>

Jumat, 14 November 2008

Daun Bunga Lily, Kota Terapung Masa Depan

Arsitek dari Belgia, Vincent Callebaut, mengajukan terobossan baru dalam menghadapi masalah perubahan iklim dan kepadatan, solusinya dinamai: Daun Bunga Lili.

Daun Bunga Lili ini digambarkan sebagai: prototipe kota amfibi yang mampu menghidupi diri sendiri, dengan masing2 daun mampu menampung 50.000 orang.

Di tengah Daun ini ada sebuah danau yang menampung dan menjernihkan air hujan. Kota terapung ini tidak membutuhkan jalan dan akan mengapung dan "terhanyut" ke seluruh dunia akibat pergerakan arus laut.

Desain dari Daun ini memuat 3 marina dan 3 gunung yang dikhususkan bagi bisnis dan hiburan. Kota ini unik, karena kota ini merupakan kota amfibi (setengah kota air- setengah lagi kota darat).

Kota ini mendapat sumber daya dari matahari, angin dan arus laut, yang akan memproduksi lebih banyak energi daripada energi yang dikonsumsinya, dan akan menjadi kota yang ber-"emisi nol" karena semua karbon dan limbah akan di daur ulang.

Harapan yang ada adalah pada tahun 2100, akan ada 250 juta orang yang melarikan diri dari perubahan cuaca, yang disebut "Climactic refugee", karena air laut akan menghancurkan kota2 seperti New York, Shanghai dan Bombai.

Vincent percaya, bahwa produknya ini adalah solusi jangka panjang untuk menghadapi naiknya air laut, dan bukannya memperkuat garis pantai, karena solusi garis pantai ini hanyalah solusi jangka pendek

Desain dari Daun ini diinspirasikan oleh daun Amazonia Victoria Regia yang memiliki tulang daun yang sangat rapat.
Tujuan Vincent adalah untuk menciptakan "hubungan harmonis antara manusia dan alam".


Baca Selengkapnya >>

Rabu, 12 November 2008

mainan baru

Google SketchUp merupakan software untuk membuat, memodifikasi, dan mempertukarkan model 3 dimensi.

pertama kali kenal ama software opensource ini, ketika rumah saya(hehehe rumah saya...rumah bapak kalex...) dalam proses tahap pembangunan (kalo pengen liat letak rumahnya di sini deket makam bonoloyo). ketika itu sekeluarga ingin melihat desain rancangan secara tiga dimensi (ya layaknya masuk rumah yang sudah jadi), namun karena sang perancang (kebetulan waktu itu om sya sendiri, alumnus teknik sipil UNS) hanya menggambar bentuk 2 dimensinya, trus saya memberanikan diri untuk ya,,,sekedar corat-coret dimonitor (he2...masak monitor dicorat-coret,,,kasian kan,,,) waktu itu saya coba pakai 3ds max. Ampun dech..... ya maklum baru pertama kali coba,pusing! sumpah!(he2..pke sumph sgl). trus akhirnya sya mutusin untuk pensiun muda aja lah dari 3ds max.(ya harap maklum, krn sya bukan seorang desainer jd g perlu repot2 beljr yng detail2 amat)

mulailah beralih ke software lain, sya coba pake autocad. alhasil tambah bingung. wah memang susah ya jadi orang sok tahu... udah deh nyoba nyari arsip2 progrm mentah,eits,,,tnggu dulu kayaknya asyik ni, google sketchup (pucuk dicinta ulam tiba) tanpa basa-basi langsung aja install,,,,ternyata memang betul, program ini sangat mudah untuk dipelajari. penggunaan tool2snya sederhana namun sangat2 tepat fungsinya, ya walaupun gambar yang dihasilkan dengan pixel kecil namun cukup memuaskan untuk tampilan 3dimensinya.

berikut ini hasil tampilannya (kebetulan baru menyelesaikan tangga menuju lantai 2)

ya maklum hasilnya kurang terkonsep, baru tahap amatiran (habis belajar ama buatnya cuma semalem)

REKOMENDASI

Program ini sangat mudah dipelajari, lebih mudah dari program 3D modeling lain yang selama ini banyak dikenal dan digunakan di komputer desktop. Google SketchUp mulai banyak digunakan orang karena kecepatan dan kemudahan pemakaiannya. SketchUp dilengkapi tool-tool yang disederhanakan, disertai sistem penggambaran terpandu, dan tampilan yang tidak rumit.

Google SketchUpMelalui program ini, Anda dapat bekerja secara cepat dan menyenangkan. Apapun jenis desain Anda, baik rancangan rumah, peta, ataupun bangun untuk permodelan pembelajaran, Anda dapat menggunakan SketchUp untuk menyajikan ide Anda dalam bentuk 3D. Setelah selesai, Anda tinggal mengekspor hasilnya ke dalam bentuk gambar, film, atau lembar tercetak.

Persyaratan sistem untuk Windows:

  • Minimal versi Internet Explorer 6.0
  • Tersedia .NET 1.1 framework di sistem
  • Kapasitas harddisk minimal 128 MB, disarankan 500 MB
  • Processor minimal 600 MHz, disarankan 2 GHz lebih
  • RAM minimal 128 MB, disarankan 2 GB
  • Video Card model 3D, dengan memori minimal 128 MB, disarankan 512 MB atau lebih
  • Mouse 3 tombol dengan kemampuan Scroll

Anda juga dapat melengkapi program ini dengan beberapa fitur tambahan:

  • SketchUp Viewer: Untuk Anda bagikan ke relasi agar dapat melihat dan mencetak model SketchUp Anda tanpa harus mengeditnya.
  • SketchUp Plugins: Program tambahan untuk memperluas kompatibilitas SketchUp dengan software lain.
  • Ruby Scripts: Program kecil yang menambah kemampuan dan fungsionalitas SketchUp.
  • Bonus ribuan komponen dan material SketchUp gratis.
silahkan download di sini (gratis kok...) selamat mencoba!
Baca Selengkapnya >>

Silahkan tinggalkan jejak anda di komentar postingan, untuk kunjungan balik saya. Terima kasih.... ^_^

Artikel populer